Tampilkan postingan dengan label Literatur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literatur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2010

Pengenalan Penginderaan Jauh

Pengertian
Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990). Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah mengumpulkan data dan informasi tentang sumberdaya alam dan lingkingan (Lo, 1995).

Penginderaan Jauh Sistem Satelit
Saat ini sistem satelit sebagai salah satu sistem penginderaan jauh menjadi perhatian utama dikarenakan kemampuannya dalam mengatasi kendala dalam keterbatasan dan lamanya operasi dari sistem penginderaan jauh. Penggunaan pesawat luar angkasa yang mengorbit secara teratur mengelilingi bumi dari ketinggian beberapa ratus kilometer menghasilkan pengamatan bumi yang teratur dengan alat-alat penginderaan jauh yang sesuai (Lo, 1995).

Proses Utama dalam Penginderaan Jauh
Menurut Lillesand dan Kiefer (1990) terdapat dua proses utama dalam penginderaan jauh, yaitu pengumpulan data dan analisis data. Elemen proses data dimaksud meliputi: a. Sumber energi, b. Perjalanan energi melalui atmosfer, c. Interaksi antara energi dengan kenampakan di muka bumi, d. Sensor warna pesawat terbang dan/ atau satelit dan e. Hasil pembentukan data dalam bentuk piktorial dan/ atau data numerik.

Pengenalan GIS

Dalam berbagai literatur SIG dianggap sebagai hasil dari perpaduan antara sistem komputer untuk bidang kartografi (Computer Aided Cartography) dengan teknologi base abstracts (database):


1. Pengorganisasian abstracts dan informasi
2. Menempatkan informasi pada tempat tertentu
3. Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya
(koneksi) beserta analisa-analisa spasial lainnya


Berikut beberapa pengertian SIG yang telah beredar di berbagai pustaka:


1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulsi abstracts geografi.
Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer
yang berfungsi untuk : a. Akuisisi dan verifikasi data, b. Kompilasi data, c.
Penyimpan data, d. Perubahan dan afterlight data, e. Manajemen dan pertukaran
data, f. Manipulasi data, g. Pemanggilan dan presentasi data, dan h. Analisa
data (Bern, 1992, dalam Prahasta, 2001)
2. SIG adalah kumpulan yang teroganisir dari perangkat keras komputer, perangkat
lunak, abstracts geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk
memperoleh, menyimpan, mengupadate, memanipulasi, menganalisis, menampilkan
semua bentuk informasi yang bereferensi geografis (ESRI, 1990)
3. SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan
memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan,
menyimpan dan menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi
merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis (Aronoff,
1989)
4. SIG adalah suatu fasilitas untuk mempersiapkan, mempresentasikan dan
menginpresentasikan fakta-fakta (kenyataan) yang terdapat dipermukaan
bumi(definisi umum). Untuk definisi yang lebih sempit, SIG adalah konfigurasi
perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang secara khusus di rancang untuk
proses-proses akusisi, pengelolaan dan penggunaan abstracts kartografi [Tomlin90].
5. SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan abstracts yang
tereferensi secara spasial atau koordinat geografi. Dengankata lain, SIG
merupakan sistem basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus dalam menangani
data yang tereferensi secara spasial, selain merupakan sekumpulan operasi-
operasi yang dikenakan terhadap abstracts tersebut [Star90]