Tampilkan postingan dengan label GIS trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GIS trick. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

digitasi peta format pdf

pernah gak kalian mengalami ketika kita dihadapkan pada peta browse berformat pdf dan anda diminta bos anda untuk melakukan digitasi

hmm..sekarang saya akan memberikan solusinya kepada anda..caranya adalah dengan membuka book pdf tersebut lewat adobe photoshop..buka file--->open as pdf-->trus book tersebut di save as ke architecture tiff

dan datanya siap anda digit

cara yang simpel namun sangat able :D

Senin, 25 Januari 2010

Aplikasi GIS dalam pengelolaan SDA

Berikut dua contoh pengelolaan GIS dalam pengelolaan SDA:


1.  Prioritas Breadth Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)
 
Formulasi permasalahan
 
Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sangat penting untuk memulihkan kembali fungsi lahan yang kritis. Yang dimaksud dengan lahan kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan sehingga kehilangan atau berkurang fungsinya sampai pada batas toleransi. Sasaran kegiatan RHL adalah lahan-lahan dengan fungsi lahan yang ada kaitannya dengan kegiatan rehabilitasi dan penghijauan, yaitu fungsi kawasan hutan lindung, fungsi kawasan hutan lindung di luar kawasan hutan dan fungsi kawasan budidaya untuk usaha pertanian.


Kriteria yang digunakan
 
Kriteria kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mengacu kepada dokumen ’Standar dan Kriteria Rehabilitasi Hutan dan Lahan’, yang merupakan Lampiran dari SK Menteri
Kehutanan No. 20/Kpts-II/2001 tentang Pola Umum dan Standar serta Kriteria Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
Konsep Dasar
• RHL adalah segala upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi sumberdaya hutan dan lahan.
• RHL diselenggarakan pada semua kawasan hutan dan lahan yang kritis dan tidak produktif.
• RHL dilaksanakan berdasarkan kondisi spesifik biofisik dan potensi masyarakat setempat.
• RHL dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dalam rangka pengembangan kapasitas masyarakat.


Metodologi

Sebelum kita bisa menentukan langkah-langkah yang diperlukan, kita harus memformulasikan permasalahan, menyesuaikan dengan abstracts yang ada dan memilih
operasi yang perlu diambil untuk menjawab permasalahan. Langkah-langkah yang perlu dijalankan adalah identifikasi abstracts dasar, pemrosesan abstracts dasar menjadi abstracts yang dapat menentukan tingkat kekritisan suatu area, dan yang terakhir adalah analisa
hasil
Identifikasi abstracts dasar
Dalam hal pembuatan peta Lahan Kritis (LHK), kita mengidentifikasi data-data dasar yang berkaitan dengan kekritisan lahan sebagai berikut:
• DEM (Digital Elevation Model) dari peta kontur yang diambil dari Peta Rupabumi Indonesia, skala 1:50.000 produksi Bakosurtanal. DEM adalah suatu citra yang secara akurat memetakan ketinggian dari permukaan bumi. DEM ini dibuat dari peta kontur,
peta aliran sungai dan peta titik tinggi dengan resolusi 30 meter.
• Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan, diperoleh dari Departemen Kehutanan.
• Peta Rencana Tata Ruang dan Wilayah Propinsi, diperoleh dari Bappeda Tk I.
• Peta Penutupan Lahan 1996 hasil klasifikasi citra Landsat TM.
• Peta Kebakaran Hutan 1997/1998 produksi GTZ/IFFM.
• Peta Kesesuaian Lahan 1:250.000 produksi RePPProT.
Proses pengolahan abstracts dasar
Dari abstracts dasar yang ada, kemudian kita proses menjadi abstracts yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kekritisan suatu area. Proses yang dijalankan adalah:
• Kelas kelerengan dibuat dari abstracts dasar DEM dengan cara membuat peta lereng, kemudian diklasifikasikan (1:0-8%, 3:8-15%, 5:15-25%, 7:25-40%, 10:>40%).
• Kelas fungsi dibuat dari peta TGHK (1:perairan, 2:area penggunaan lain, 3:hutan produksi yang bisa konversi, 4:hutan produksi, 5:hutan produksi
terbatas, 6:hutan lindung, hutan suaka alam dan wisata).
• Kelas peruntukkan dibuat dari peta RTRWP (1:kawasan lindung dan perairan, 2:kawasan budi daya kehutanan, 3:kawasan budi daya nonkehutanan).
• Kelas kerusakan dibuat dari peta Kebakaran hutan (1:no data, 2:tingkat kerusakan rendah, 3: tingkat kerusakan sedang, 4: tingkat kerusakan tinggi).
• Dari peta kesesuaian lahan dibuat peta jenis tanah untuk menghasilkan kelas erosi (1:gambut, 2:alluvium, 3:balsa tuff, 4:limestone, 5:sandstone).
• Kelas vegetasi dibuat dari peta penutupan lahan (1:hutan, 2:karet, 3:belukar tua, 4:belukar muda dan semak, 5:alang-alang dan daerah terbuka).

Jumat, 22 Januari 2010

Kegunaan tombol C pada software Arc GIS

ArcGIS memiliki banyak adjustment yang dapat digunakan untuk mempermudah pemakaian. Khusus di ArcMap ada satu tombol yang mungkin batten sering abettor gunakan, yaitu tombol C.


Kegunaan tombol C adalah untuk mengubah approach apa pun (selection, Editing, dsb) menjadi Pan . Tombol C ini sangat berguna saat melakukan editing. Jadi saat melakukan editing, kita perlu menggeser abstracts view, kita tidak perlu Klik ke ikon Pan, cukup dengan menekan tombol C maka kursos akan berubah menjadi Pan.

mengakali dbf yang rusak

Pernahkah anda mengalami ketika mengcopy book shp, ternyata book tersebut tidak bisa dibuka..Tidak dapat dibayangkan jika book tersebut merupakan book yang penting sekali, apalagi kerjaan itu sudah dikerjakan dalam waktu yang relatif lama..Sehingga untuk mengulangnya lagi memerlukan waktu di lain pihak anda dikejar deadline..tidak dapat dibayangkan betapa panik dan mungkin juga ada perasaan kesal.


Untuk itu pada tulisan ini saya akan membahas trik jika dihadapkan pada kondisi demikian.


1. Copy shapefile tersebut ke direktori baru
2. Buka book *.dbf dari shapefile tersebut di MS Excel
3. Hapus baris kosong pada almanac terakhir
4. Klik Book –> Save kemudian klik Yes untuk menggunakan architecture yang sama (dBASE IV). Tutup Excel,
tanpa di Save
5. Shapefile tersebut seharusnya sudah bisa di buka pada ArcView 3.x. Jika masih absurdity coba ulang langkah diatas dengan menyortir abstracts kosong (blank). Hapus abstracts kosong tersebut.


Secara pribadi saya belum pernah menggunakan trik ini, saya hanya ingin membagikan ilmu ini kepada anda semua :D

Pindah project arc gis tanpa kehilangan data

Alangkah menyebalkan jika file-file hasil layout hilang dengan mengcopy project tersebut ke komputer lain. Salah satu caranya adalah dengan cara membuat project tersebut relative path.

Cara mengatur agar project ArcGIS menyimpan alamat rujukan data dalam relative path adalah sebagai berikut

1. Kli pada menu File > Document Properties
2. Pilih Data Source Option
3. Piilh 'Store relative path names to data sources
4. Jika ingin relative path ini sebagai default, pilih juga 'Make relative paths the default for new map documents I create'
5. Klik OK

Prinsip penggunaan software GIS

Seperti diketahui bahwa banyak sekali software-software GIS yang terdapat di luar sana..Dari software yang batten awal sekalipun, yaitu arc advice pun masih ada yang menggunakan software ini, ditengah-tengah banyaknya software GIS yang beredar di pasaran yang memiliki keunggulan yang lebih baik.


Saya tidak hafal satu per satu software-software yang beredar. Software yang pernah saya jumpai antara lain arc view, arc gis, erdas imagine, mapinfo, ermapper, multispec, PCI, autocad, bahkan arc advice sekalipun. Terus terang saya belum bisa menggunakan semua software ini dengan mahir. Saya tidak fokus menggunakan satu software, dengan kata lain saya mencoba semua software yang pernah saya jumpai. Kalau ada yang tidak suka dengan prinsip ini, silahkan saja, setiap orang mempunyai pemikiran masing-masing. Intinya, saya menggunakan software sesuai dengan apa yang akan dikerjakan, artinya tidak fanatik dengan satu software.

Digitasi Mode Stream di Arc View 3.x

Pernah dengar tentang digitasi on screen? yup, teknologi ini menggantikan teknologi absolutist yang masih memakai meja digitasi untuk membuat peta digital. Namun demikian, digitasi merupakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Tidak dapat dibayangkan jika kita dihadapkan pada peta yang didigit merupakan garis kontur atau sungai pasti sudah merasakan rasa ngilu saat melakukannya yang disebabkan jumlah CLICK yang banyak sekali dilakukan pada waktu yang relatif pendek.


Untuk membantu digitasi fitur-fitur seperti sungai, jalan atau garis kontur, kita bisa menggunakan approach STREAM. Dengan approach ini, kita tidak perlu melakukan CLICK sepanjang fitur. Cukup dengan menggerakan mouse, maka titik-titik di sepanjang fitur akan dibuat secara otomatis. Berikut contoh penggunaan approach STREAM pada perangkat lunak ArcView 3.x


1. Download
ekstensi MNDNR Stream Mode Digitizing Extensions
2. Masukkan book yang di download ke book ekstensi arc appearance di C:\ESRI\AV_GIS30\ARCVIEW\EXT32
3. Buka arc view
4. Aktifkan ekstensi MNDNR Stream Mode Digitizing Extensions
5. Peta siap untuk didigitasi
6. Pada saat sedang melakukan alteration (garis/polygon), Klik pada ekstensi MNDNR Stream Mode
Digitizing Extensions (pada gambar dibawah yang dikotak merah)







7. Tentukan Distance Tolerance, yaitu besaran yang akan digunakan untuk jarak vertex.
Semakin kecil Distance Tolerance, semakin kecil juga breach acme yang berarti semakin banyak vertex
dibuat. Distance altruism dapat diisikan langsung (misal 25 m) atau dibuat dengan menggunakan tanda
lingkaran.
8. Mulailah digitasi
9. Untuk menghentikan approach stream, tekan ALT. Begitu kita KLIK kembali maka beck akan kembali jalan
10.Menghentikan digitasi dilakukan dengan Double-Click
Catatan: Bagi pengguna ArcGIS, approach beck dapat diperoleh dengan menekan tombol F8 saat digitasi

Kamis, 21 Januari 2010

Layout Berseri dalam ArcGis (ArcGIS MapBook Extention)

Ada satu kelemahan jika kita beralih menggunakan software arc view ke software arc gis, yaitu tidak bisa menggunakan layout secara seri, artinya satu project hanya bisa di lakukan pada satu project saja..Untuk mengatasinya ESRI mengeluarkan salah satu ekstensi yang bernama MapBook Ekstension.

Stay toon, info selanjutnya akan diberikan

Membuat poligon di dalam poligon

Pada kesempatan ini saya akan menampilkan cara membuat poligon di dalam poligon dengan menggunakan software arc view:















1. Buka software arc view
2.aktifkan kedua poligon dengan menekan tombol shift
3.pilih edit | substract feutures