<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710</id><updated>2011-09-13T18:02:34.384+07:00</updated><category term='Tawaran Kerjasama'/><category term='Literatur'/><category term='GIS trick'/><category term='Opini'/><category term='GIS reference'/><title type='text'>GIS dan remote sensing</title><subtitle type='html'>Berisi tutorial gis dan remote sensing</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-3415335637735051816</id><published>2010-09-16T23:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-16T23:10:22.729+07:00</updated><title type='text'>Jual Data GIS</title><content type='html'>Ingin punya data gis dengan cepat, mudah dan dengan harga bersaing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan mampir di website kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://galerigis.com/index.php?route=common%2Fhome"&gt;http://galerigis.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-3415335637735051816?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://galerigis.com' title='Jual Data GIS'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/3415335637735051816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/3415335637735051816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/09/jual-data-gis.html' title='Jual Data GIS'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-5960216094185155217</id><published>2010-02-01T20:48:00.002+07:00</published><updated>2010-03-05T19:39:49.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>digitasi peta format pdf</title><content type='html'>pernah gak kalian mengalami ketika kita dihadapkan pada peta browse berformat pdf dan anda diminta bos anda untuk melakukan digitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm..sekarang saya akan memberikan solusinya kepada anda..caranya adalah dengan membuka book pdf tersebut lewat adobe photoshop..buka file---&gt;open as pdf--&gt;trus book tersebut di save as ke architecture tiff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan datanya siap anda digit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara yang simpel namun sangat able :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-5960216094185155217?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/5960216094185155217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/02/digitasi-peta-format-pdf.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5960216094185155217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5960216094185155217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/02/digitasi-peta-format-pdf.html' title='digitasi peta format pdf'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-8031424242272265318</id><published>2010-01-25T07:44:00.023+07:00</published><updated>2010-03-05T19:59:51.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Aplikasi GIS dalam pengelolaan SDA</title><content type='html'>&lt;b&gt;Berikut dua contoh pengelolaan GIS dalam pengelolaan SDA:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 1.&amp;nbsp; Prioritas Breadth Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt; Formulasi permasalahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sangat penting untuk memulihkan kembali fungsi lahan yang kritis. Yang dimaksud dengan lahan kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan sehingga kehilangan atau berkurang fungsinya sampai pada batas toleransi. Sasaran kegiatan RHL adalah lahan-lahan dengan fungsi lahan yang ada kaitannya dengan kegiatan rehabilitasi dan penghijauan, yaitu fungsi kawasan hutan lindung, fungsi kawasan hutan lindung di luar kawasan hutan dan fungsi kawasan budidaya untuk usaha pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Kriteria yang digunakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kriteria kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mengacu kepada dokumen ’Standar dan Kriteria Rehabilitasi Hutan dan Lahan’, yang merupakan Lampiran dari SK Menteri &lt;br /&gt;Kehutanan No. 20/Kpts-II/2001 tentang Pola Umum dan Standar serta Kriteria Rehabilitasi Hutan dan Lahan. &lt;br /&gt;Konsep Dasar &lt;br /&gt;• RHL adalah segala upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi sumberdaya hutan dan lahan. &lt;br /&gt;• RHL diselenggarakan pada semua kawasan hutan dan lahan yang kritis dan tidak produktif. &lt;br /&gt;• RHL dilaksanakan berdasarkan kondisi spesifik biofisik dan potensi masyarakat setempat. &lt;br /&gt;• RHL dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dalam rangka pengembangan kapasitas masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Metodologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita bisa menentukan langkah-langkah yang diperlukan, kita harus memformulasikan permasalahan, menyesuaikan dengan abstracts yang ada dan memilih&lt;br /&gt;operasi yang perlu diambil untuk menjawab permasalahan. Langkah-langkah yang perlu dijalankan adalah identifikasi abstracts dasar, pemrosesan abstracts dasar menjadi abstracts yang dapat menentukan tingkat kekritisan suatu area, dan yang terakhir adalah analisa&lt;br /&gt;hasil &lt;br /&gt;Identifikasi abstracts dasar&lt;br /&gt;Dalam hal pembuatan peta Lahan Kritis (LHK), kita mengidentifikasi data-data dasar yang berkaitan dengan kekritisan lahan sebagai berikut:&lt;br /&gt;• DEM (Digital Elevation Model) dari peta kontur yang diambil dari Peta Rupabumi Indonesia, skala 1:50.000 produksi Bakosurtanal. DEM adalah suatu citra yang secara akurat memetakan ketinggian dari permukaan bumi. DEM ini dibuat dari peta kontur,&lt;br /&gt;peta aliran sungai dan peta titik tinggi dengan resolusi 30 meter.&lt;br /&gt;• Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan, diperoleh dari Departemen Kehutanan.&lt;br /&gt;• Peta Rencana Tata Ruang dan Wilayah Propinsi, diperoleh dari Bappeda Tk I.&lt;br /&gt;• Peta Penutupan Lahan 1996 hasil klasifikasi citra Landsat TM.&lt;br /&gt;• Peta Kebakaran Hutan 1997/1998 produksi GTZ/IFFM.&lt;br /&gt;• Peta Kesesuaian Lahan 1:250.000 produksi RePPProT. &lt;br /&gt;Proses pengolahan abstracts dasar&lt;br /&gt;Dari abstracts dasar yang ada, kemudian kita proses menjadi abstracts yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kekritisan suatu area. Proses yang dijalankan adalah:&lt;br /&gt;• Kelas kelerengan dibuat dari abstracts dasar DEM dengan cara membuat peta lereng, kemudian diklasifikasikan (1:0-8%, 3:8-15%, 5:15-25%, 7:25-40%, 10:&amp;gt;40%).&lt;br /&gt;• Kelas fungsi dibuat dari peta TGHK (1:perairan, 2:area penggunaan lain, 3:hutan produksi yang bisa konversi, 4:hutan produksi, 5:hutan produksi&lt;br /&gt;terbatas, 6:hutan lindung, hutan suaka alam dan wisata).&lt;br /&gt;• Kelas peruntukkan dibuat dari peta RTRWP (1:kawasan lindung dan perairan, 2:kawasan budi daya kehutanan, 3:kawasan budi daya nonkehutanan).&lt;br /&gt;• Kelas kerusakan dibuat dari peta Kebakaran hutan (1:no data, 2:tingkat kerusakan rendah, 3: tingkat kerusakan sedang, 4: tingkat kerusakan tinggi).&lt;br /&gt;• Dari peta kesesuaian lahan dibuat peta jenis tanah untuk menghasilkan kelas erosi (1:gambut, 2:alluvium, 3:balsa tuff, 4:limestone, 5:sandstone).&lt;br /&gt;• Kelas vegetasi dibuat dari peta penutupan lahan (1:hutan, 2:karet, 3:belukar tua, 4:belukar muda dan semak, 5:alang-alang dan daerah terbuka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullspot"&gt;&lt;b&gt;Pelaksanaan pemodelan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan pemodelan, kelas-kelas yang di dapatkan ini kemudian di-overlay berdasarkan skema pembobotan yang dibuat berdasarkan pengalaman pemodel sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;• kelas lereng (15).&lt;br /&gt;• kelas fungsi (5).&lt;br /&gt;• kelas peruntukkan (5).&lt;br /&gt;• kelas kerusakan (10).&lt;br /&gt;• kelas vegetasi (50).&lt;br /&gt;• kelas erosi (15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullspot"&gt;Berikut disajikan urut-urutan proses di atas dalam bentuk diagram alur:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1zi2XTnPOI/AAAAAAAAACw/FljrSq1WwDA/s1600-h/gambar.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1zi2XTnPOI/AAAAAAAAACw/FljrSq1WwDA/s320/gambar.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Perangkat lunak untuk pemodelan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perangkat lunak untuk pemodelan adalah dengan menggunakan spatial analyst versi 2.0 yang nantinya akan diinstall pada software arc view&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Estimasi Potensi Rotan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Formulasi permasalahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi selanjutnya adalah aplikasi untuk menggunakan SIG untuk mengestimasi potensi. Pada aplikasi ini, kita melihat potensi rotan dari berbagai aspek, berdasarkan abstracts penunjang dan pengalaman lapang yang kita miliki. Dalam aplikasi ini, suatu daerah dikategorikan berpotensi rotan tinggi apabila secara biofisik rotan bisa tumbuh dengan baik, dan secara infrastruktur dan secara acknowledged bisa dijangkau oleh masyarakat untuk pemanenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Asumsi yang digunakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rotan yang bisa dipanen ada di daerah dengan tutupan lahan belukar tua (di atas 10 tahun) dan hutan.&lt;br /&gt;• Berjarak kurang dari 4 km dari pemukiman atau kurang dari 4 km dari sungai yang bisa dicapai kurang dari 8 jam perjalanan menggunakan ketinting dari pemukiman.&lt;br /&gt;• Secara biofisik areal tersebut cocok untuk tumbuhnya rotan.&lt;br /&gt;• Seandainya terkena kebakaran pada tahun 1997 hanya sampai tingkat 0-1.&lt;br /&gt;• Tidak terdapat pada breadth di sekitar jalan logging, HTI, perkebunan dan pertambangan. &lt;br /&gt;Identifikasi abstracts dasar&lt;br /&gt;Data-data dasar yang dapat dikumpulkan adalah:&lt;br /&gt;• Peta Jaringan Sungai. Abstracts tersebut diambil dari peta topografi skala 1:50.000 dari BAKOSURTANAL.&lt;br /&gt;• Peta Jaringan Jalan. Diambil dari peta topografi skala 1:50.000 produksi Bakosurtanal dan delineasi dari Landsat TM.&lt;br /&gt;• Peta Pemukiman. Diambil dari peta topografi skala 1:50.000 produksi Bakosurtanal.&lt;br /&gt;• Peta Penutupan Lahan 1996. Merupakan hasil klasifikasi citra Landsat TM.&lt;br /&gt;• Peta Kebakaran Hutan 1997/1998 produksi GTZ/IFFM.&lt;br /&gt;• Peta Kesesuaian Lahan 1:250.000 produksi RePPProT.&lt;br /&gt;• Peta DEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Proses pengolahan abstracts dasar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• Dari abstracts jaringan sungai dilihat dari dua aspek yaitu aspek biofisik dan aspek aksesibilitas.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;o Aspek biofisik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Potensi rotan dihitung berdasarkan estimasi mengenai tempat dimana dia dapat tumbuh yang direpresentasikan menurut jaraknya dari sungai. Kemudian dari jarak yang didapat diberi skor menurut prioritas ditemukannya (1:0-0.5 km, 3: &amp;gt;5.0 km, 8:3.0-5.0 km, 10:0.5-3.0).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;o Aspek aksesibilitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Potensi rotan dihitung berdasarkan tingkat kemudahannya dicapai melalui sungai. Dari jarak yang didapat diberi skor (2:&amp;gt;4 km, 5:2-3 km, 8:1-2 km, 10:0-1 km).&lt;br /&gt;• Sama halnya dengan jaringan sungai, abstracts jaringan jalan juga dilihat dari dua aspek:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;o Aspek biofisik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Potensi rotan dihitung berdasarkan kemungkinan tumbuhnya di sekitar jalan. Mula-mula buat absorber 5 km untuk masing-masing kelas jalan dengan asumsi bahwa lebih dari 5 km sudah tidak ada pengaruh jalan terhadap kemungkinan tumbuhnya rotan. Kemudian beri skor berdasarkan kelas jalan (1:Jalan PU, 3: Jalan&lt;br /&gt;aspal, 5: Jalan tambang, 7:Jalan logging, 10:Jalan swadaya).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;o Aspek aksesibilitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Potensi rotan dihitung berdasarkan kemudahan dicapai dari lokasi pemukiman. Pertama-tama buat absorber sebesar 30 km dari pemukiman, kemudian ekstrak hanya jalan kelas 1, 3 dan 4 yang tercakup dalam buffer. Beri skor berdasarkan jarak tempuh (1:&amp;gt;6 km, 5:4-6 km, 10:0-4 km). &lt;br /&gt;Berdasarkan aksesibilitasnya dari pemukiman, potensi rotan dihitung berdasarkan kemauan petani berjalan kaki dari pemukiman untuk mencapai breadth dimana rotan ditemukan. Skor dibuat berdasarkan waktu tempuh (1:&amp;gt;10 jam, 4:7-10 jam, 8:4-7 jam, 10:0-4 jam).&lt;br /&gt;• Berdasarkan penutupan lahan yang ada dicari kemungkinan daerah tumbuhnya rotan, lalu diberi skor berdasarkan potensinya (1:daerah terbuka, alang-alang, karet, 2:semak, 6:hutan, 8:belukar muda, 10:belukar tua).&lt;br /&gt;• Dari peta kebakaran hutan dicari tingkat kerusakan karena kebakaran, lalu diberi skor potensi kemungkinan tumbuhnya rotan (1:tingkat kerusakan sedang dan tinggi, 10: tidak terbakar dan tingkat kerusakan rendah).&lt;br /&gt;• Berdasarkan peta Kesesuaian Lahan untuk agro-forest, beri skor potensi rotan (1:tidak sesuai, 10:sesuai)&lt;br /&gt;• Dari peta DEM dibuat peta kelerengan, kemudian beri skor potensi rotan (1:&amp;gt;40%, 4:25-40%, 6:15-25%, 8:8-15%, 10:0-8%). &lt;br /&gt;Pelaksanaan pemodelan&lt;br /&gt;Overlay-kan hasil yang didapat berdasarkan skema pembobotan yang dibuat berdasarkan pengalaman&lt;br /&gt;pemodel, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1zoidQOG4I/AAAAAAAAAC4/LQc9C3mqoKU/s1600-h/untitled.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1zoidQOG4I/AAAAAAAAAC4/LQc9C3mqoKU/s320/untitled.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overlay multiple layer potensi rotan berdasarkan masing-masing variabel dengan skema pembobotan&lt;br /&gt;yang disesuaikan dengan expert judgement, menggunakan ArcView/Model Builder.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-8031424242272265318?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/8031424242272265318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/aplikasi-gis-dalam-pengelolaan-sda.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/8031424242272265318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/8031424242272265318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/aplikasi-gis-dalam-pengelolaan-sda.html' title='Aplikasi GIS dalam pengelolaan SDA'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1zi2XTnPOI/AAAAAAAAACw/FljrSq1WwDA/s72-c/gambar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-7031308438897692643</id><published>2010-01-24T21:35:00.006+07:00</published><updated>2010-03-05T20:09:10.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS reference'/><title type='text'>Tahapan Analisis Citra Digital</title><content type='html'>Analisis citra Landsat secara agenda dapat dikelompokkan atas (Lillesand dan Kiefer, 1990):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemulihan citra (image restoration) &lt;br /&gt;Merupakan kegiatan yang bertujuan memperbaiki citra ke dalam bentuk yang lebih &lt;br /&gt;mirip dengan pandangan aslinya. Perbaikan ini meliputi koreksi radiometrik dan &lt;br /&gt;geometrik yang ada pada citra asli. &lt;br /&gt;2. Penajaman citra (image enhancement) &lt;br /&gt;Kegiatan ini dilakukan sebelum abstracts citra digunakan dalam analisis visual, &lt;br /&gt;dimana teknik penajaman dapat diterapkan untuk menguatkan tampak kontras &lt;br /&gt;diantara penampakan dalam adegan. Pada berbagai terapan langkah ini banyak &lt;br /&gt;meningkatkan jumlah informasi yang dapat diinterpretasi secara beheld dari data &lt;br /&gt;citra. &lt;br /&gt;3. Klasifikasi citra (image classification)&lt;br /&gt;Terdapat dua pendekatan dasar dalam melakukan klasifikasi citra yaitu&lt;br /&gt;unsupervised classificatiom (klasifikasi tak terbimbing) dan supervised&lt;br /&gt;classification (klasifikasi terbimbing). Klasifikasi tak terbimbing dilakukan&lt;br /&gt;sebelum melakukan cek lapangan, sedangkan klasifikasi terbimbing dilakukan&lt;br /&gt;setelah melakukan cek lapangan dengan panduan klasifikasi titik-titik koordinat&lt;br /&gt;yang telah diambil dari lapangan. Berikut ini dijelaskan mengenai proses&lt;br /&gt;klasifikasi tak terbimbing dan klasifikasi terbimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam klasifikasi tak terbimbing mengggunakan software Erdas Imagine 8.5 (Wijaya, 2004):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menentukan jumlah kelas warna citra yang akan diklasifikasi (number of classes)&lt;br /&gt;2. Mengatur kombinasi bandage yang digunakan dalam pengklasifikasian, dala penelitian&lt;br /&gt;ini digunakan kombinasi bandage 5 4 3&lt;br /&gt;3. Mengidentifikasi tiap-tiap kelas warna yang dihasilkan oleh proses klasifikasi&lt;br /&gt;sesuai dengan tipe-tipe penutupan lahan yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;4. Menggabungkan kelas warna (recode) yang memiliki tipe penutupan lahan yang sama&lt;br /&gt;5. Pemberian nama dan warna tipe-tipe penutupan lahan (attributing) hasil proses&lt;br /&gt;recode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam klasifikasi terbimbing menggunakan software Erdas Imagine 8.5 (Wijaya, 2004):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengenalan pola-pola spektral yang ditampilkan oleh citra dengan berpedoman&lt;br /&gt;titik kontrol yang diambil pada lokasi penelitian menggunakan GPS&lt;br /&gt;2. Pemilihan daerah (training area) yang diidentifikasi sebagai satu tipe penutupan&lt;br /&gt;lahan berdasarkan pola-pola spektral yang ditampilkan oleh citra&lt;br /&gt;3. Proses klasifikasi citra yang dilakukan secara otomatis oleh komputer&lt;br /&gt;berdasarkan pola-pola spektral yang telah ditetapkan pada saat proses pemilihan&lt;br /&gt;daerah&lt;br /&gt;4. Menggabungkan daerah-daerah yang memiliki tipe penutupan lahan yang sama&lt;br /&gt;(recode)&lt;br /&gt;5. Pengkoreksian citra hasil klasifikasi dengan membandingkannya dengan citra&lt;br /&gt;sebelum diklasifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi dari sebuah citra adalah karakteristik yang menunjukkan akin kedetailan yang dimiliki oleh sebuah citra. Resolusi didefinisikan sebagai breadth dari permukaan bumi yang diwakili oleh sebuah piksel sebagai elemen terkecil dari sebuah citra. Pada citra satelit pemantau cuaca yang mempunyai resolusi 1 km, masing-masing piksel mewakili rata-rata nilai accuracy dari sebuah breadth berukuran 1x1 km. Bentuk yang lebih kecil dari 1 km susah dikenali melalui angel dengan resolusi 1 km. Landsat 7 menghasilkan citra dengan resolusi 30 meter, sehingga jauh lebih banyak detail yang bisa dilihat dibandingkan pada citra satelit dengan resolusi 1 km. Resolusi adalah hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam rangka pemilihan citra yang akan digunakan terutama dalam hal aplikasi, waktu, biaya, ketersediaan citra dan fasilitas komputasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas citra untuk aplikasi kehutanan tropis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tutupan awan. Terutama untuk sensor pasif, awan bisa menutupi bentuk-bentuk yang&lt;br /&gt;berada di bawah atau di dekatnya, sehingga interpretasi tidak dimungkinkan.&lt;br /&gt;Masalah ini sangat sering dijumpai di daerah tropis dan mungkin diatasi dengan&lt;br /&gt;mengkombinasikan citra dari sensor pasif (misalnya Landsat) dengan citra dari&lt;br /&gt;sensor aktif (misalnya Radarsat) untuk keduanya saling melengkapi.&lt;br /&gt;2. Bayangan topografis. Metode pengkoreksian yang ada untuk menghilangkan pengaruh&lt;br /&gt;topografi pada radiometri belum terlalu maju perkembangannya.&lt;br /&gt;3. Pengaruh atmosferik. Pengaruh atmosferik, terutama ozon, uap air dan aerosol&lt;br /&gt;sangat mengganggu pada bandage nampak dan infrared. Penelitian akademis untuk&lt;br /&gt;mengatasi hal ini masih aktif dilakukan.&lt;br /&gt;4. Derajat kedetailan dari peta tutupan lahan yang ingin dihasilkan. Semakin detail&lt;br /&gt;peta yang ingin dihasilkan, semakin rendah akurasi dari klasifikasi. Hal ini&lt;br /&gt;salah satunya bisa diperbaiki dengan adanya resolusi spektral dan spasial dari&lt;br /&gt;citra komersial yang tersedia. &lt;br /&gt;Sebelum sebuah citra dianalisis, biasanya diperlukan beberapa langkah pemrosesan awal. Koreksi radiometrik adalah salah satu dari langkah awal ini, dimana efek kesalahan sensor dan faktor lingkungan dihilangkan. Biasanya koreksi ini mengubah nilai agenda amount yang terkena efek atmosferik. Koreksi geometrik juga sangat penting dalam langkah awal pemrosesan. Metode ini mengkoreksi kesalahan yang disebabkan oleh geometri dari kelengkungan permukaan bumi dan pergerakan satelit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-7031308438897692643?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/7031308438897692643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/tahapan-analisis-citra-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/7031308438897692643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/7031308438897692643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/tahapan-analisis-citra-digital.html' title='Tahapan Analisis Citra Digital'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-6684529760621128689</id><published>2010-01-24T21:28:00.001+07:00</published><updated>2010-01-24T21:30:19.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Pengenalan Penginderaan Jauh</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pengertian &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990). Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah mengumpulkan data dan informasi tentang sumberdaya alam dan lingkingan (Lo, 1995). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penginderaan Jauh Sistem Satelit&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Saat ini sistem satelit sebagai salah satu sistem penginderaan jauh menjadi perhatian utama dikarenakan kemampuannya dalam mengatasi kendala dalam keterbatasan dan lamanya operasi dari sistem penginderaan jauh. Penggunaan pesawat luar angkasa yang mengorbit secara teratur mengelilingi bumi dari ketinggian beberapa ratus kilometer menghasilkan pengamatan bumi yang teratur dengan alat-alat penginderaan jauh yang sesuai (Lo, 1995). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;b&gt;Proses Utama dalam Penginderaan Jauh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lillesand dan Kiefer (1990) terdapat dua proses utama dalam penginderaan jauh, yaitu pengumpulan data dan analisis data. Elemen proses data dimaksud meliputi: a. Sumber energi, b. Perjalanan energi melalui atmosfer, c. Interaksi antara energi dengan kenampakan di muka bumi, d. Sensor warna pesawat terbang dan/ atau satelit dan e. Hasil pembentukan data dalam bentuk piktorial dan/ atau data numerik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-6684529760621128689?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/6684529760621128689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pengenalan-penginderaan-jauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6684529760621128689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6684529760621128689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pengenalan-penginderaan-jauh.html' title='Pengenalan Penginderaan Jauh'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-7474692764070737808</id><published>2010-01-24T21:20:00.003+07:00</published><updated>2010-03-05T20:07:37.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><title type='text'>Pengenalan GIS</title><content type='html'>Dalam berbagai literatur SIG dianggap sebagai hasil dari perpaduan antara sistem komputer untuk bidang kartografi (Computer Aided Cartography) dengan teknologi base abstracts (database):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengorganisasian abstracts dan informasi &lt;br /&gt;2. Menempatkan informasi pada tempat tertentu &lt;br /&gt;3. Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya &lt;br /&gt;(koneksi) beserta analisa-analisa spasial lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pengertian SIG yang telah beredar di berbagai pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulsi abstracts geografi. &lt;br /&gt;Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer &lt;br /&gt;yang berfungsi untuk : a. Akuisisi dan verifikasi data, b. Kompilasi data, c. &lt;br /&gt;Penyimpan data, d. Perubahan dan afterlight data, e. Manajemen dan pertukaran &lt;br /&gt;data, f. Manipulasi data, g. Pemanggilan dan presentasi data, dan h. Analisa &lt;br /&gt;data (Bern, 1992, dalam Prahasta, 2001) &lt;br /&gt;2. SIG adalah kumpulan yang teroganisir dari perangkat keras komputer, perangkat &lt;br /&gt;lunak, abstracts geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk &lt;br /&gt;memperoleh, menyimpan, mengupadate, memanipulasi, menganalisis, menampilkan &lt;br /&gt;semua bentuk informasi yang bereferensi geografis (ESRI, 1990) &lt;br /&gt;3. SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan&lt;br /&gt;memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan,&lt;br /&gt;menyimpan dan menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi&lt;br /&gt;merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis (Aronoff,&lt;br /&gt;1989)&lt;br /&gt;4. SIG adalah suatu fasilitas untuk mempersiapkan, mempresentasikan dan&lt;br /&gt;menginpresentasikan fakta-fakta (kenyataan) yang terdapat dipermukaan&lt;br /&gt;bumi(definisi umum). Untuk definisi yang lebih sempit, SIG adalah konfigurasi&lt;br /&gt;perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang secara khusus di rancang untuk&lt;br /&gt;proses-proses akusisi, pengelolaan dan penggunaan abstracts kartografi [Tomlin90].&lt;br /&gt;5. SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan abstracts yang&lt;br /&gt;tereferensi secara spasial atau koordinat geografi. Dengankata lain, SIG&lt;br /&gt;merupakan sistem basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus dalam menangani&lt;br /&gt;data yang tereferensi secara spasial, selain merupakan sekumpulan operasi-&lt;br /&gt;operasi yang dikenakan terhadap abstracts tersebut [Star90]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Subsistem Sistem Informasi Geografis (SIG)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prahasta (2001), subsistem-subsistem dari Sistem Informasi Geografis adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Abstracts input&lt;br /&gt;Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan abstracts spasial dan&lt;br /&gt;data atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab&lt;br /&gt;dalam mengkonversi atau mentransformasi format-format abstracts aslinya ke dalam&lt;br /&gt;format yang dapat digunakan SIG.&lt;br /&gt;2. Abstracts output&lt;br /&gt;Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis&lt;br /&gt;data baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy&lt;br /&gt;3. Abstracts manajemen&lt;br /&gt;Subsistem ini mengorganisasi baik abstracts spasial maupun abstracts atribut ke dalam&lt;br /&gt;sebuah abstracts sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipanggil, di-update dan&lt;br /&gt;di-edit&lt;br /&gt;4. Abstracts abetment dan analysis&lt;br /&gt;Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG.&lt;br /&gt;Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan abstracts untuk&lt;br /&gt;menghasilkan informasi yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;SIG merupakan sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem-sistem komputer lain ditingkat fungsional dan jaringan. Sistem SIG terdiri dari komponen berikut (Gistut, 1994 dalam Prahasta, 2001):&lt;br /&gt;1. Perangkat keras: Terdiri dari PC desktop, workstation, hingga multiuser host&lt;br /&gt;yang dapat digunakan secara bersamaan, harder disk, dan mempunyai kapasitas memori&lt;br /&gt;(RAM) yang besar&lt;br /&gt;2. Perangkat lunak: bila dipandang dari sisi lain, SIG juga merupakan sistem&lt;br /&gt;perangkat lunak yang tersusun secara modular dimana base abstracts memegang peranan&lt;br /&gt;kunci&lt;br /&gt;3. Abstracts dan Informasi Geografi: SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan abstracts dan&lt;br /&gt;informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mengimportnya&lt;br /&gt;dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara&lt;br /&gt;mendijitasi abstracts spasialnya dari peta dan memasukkan abstracts atributnya dari&lt;br /&gt;tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard&lt;br /&gt;4. Manajemen: suatu proyek SIG akan berhasil jika diatur dengan baik dan dikerjakan&lt;br /&gt;oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-7474692764070737808?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/7474692764070737808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pengenalan-gis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/7474692764070737808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/7474692764070737808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pengenalan-gis.html' title='Pengenalan GIS'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-6978477869085652846</id><published>2010-01-23T07:45:00.004+07:00</published><updated>2010-03-05T20:11:18.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pelatihan GIS tidak perlu??</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelatihan GIS dapat dipilah-pilah berdasarkan tingkatan penguasaan materi&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pelatihan bagi abettor pemula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan materi dasar berupa pengenalan GPS, download/upload abstracts dari/ke GPS, ascribe data, digitasi, editing, memanipulasi display, dan membuat layout. Untuk tingkatan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari. Parameter keberhasilan adalah peserta bisa membuat peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pelatihan bagi abettor menengah&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Peserta tidak harus pernah mengikuti ‘Pelatihan bagi abettor pemula’. Yang penting intinya peserta sudah mengenal sedikit tentang GIS dan atau GPS. Materi-materi dasar dibahas sekilas saja. Pada tingkatan ini diberikan pelatihan dengan beberapa contoh kasus. Abettor tingkat menengah tentu tidak perlu terlalu banyak tutorial karena yang penting bagi mereka ‘penunjuk arah’ bukan bagaimana menempuh jalan karena saya pikir mereka sebenarnya bisa mencari-cari jalannya sendiri. Parameter keberhasilan adalah peserta bisa membuat peta dengan baik dan lengkap (dengan summary) sesuai kaidah. Untuk tingkatan ini diperlukan waktu sekitar 3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pelatihan bagi analyst&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Pelatihan GIS bagi analyst lebih menekankan kepada teori dasar dari tugas-tugas GIS dengan tujuan utama untuk Problem Solving. Praktisi GIS yang sudah bisa ‘membuat peta’ bisa menjadi peserta pelatihan pada tingkatan ini. Materi berisi pemodelan, kontrol kualitas, efisiensi dan efektifitas sistem, analisa sistem, dan managemen abstracts spasial. Parameter keberhasilan adalah peserta bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan spasial dengan GIS secara efektif dan efisien. Untuk tingkatan ini diperlukan waktu sekitar 5 hari. &lt;br /&gt;Pelatihan bagi pengguna &lt;br /&gt;Pengguna GIS bisa masyarakat atau accommodation maker yang berkepentingan dengan keluaran dari GIS. Secara teknis mereka tidak perlu tahu bagaimana proses-proses teknis di dalam GIS di lakukan. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa menggunakan keluaran GIS. Isi materi bisa berupa pembacaan peta, antar muka GIS interaktif, SWOT, dll. Untuk tingkatan ini diperlukan waktu sekitar 3 hari. &lt;br /&gt;Angka-angka tersebut cuma estimasi saja, tidak merupakan patokan mutlak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-6978477869085652846?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/6978477869085652846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pelatihan-gis-tidak-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6978477869085652846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6978477869085652846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pelatihan-gis-tidak-perlu.html' title='Pelatihan GIS tidak perlu??'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-3115724658514811404</id><published>2010-01-22T19:00:00.006+07:00</published><updated>2010-03-05T20:12:07.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Kegunaan tombol C pada software Arc GIS</title><content type='html'>ArcGIS memiliki banyak adjustment yang dapat digunakan untuk mempermudah pemakaian. Khusus di ArcMap ada satu tombol yang mungkin batten sering abettor gunakan, yaitu tombol C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan tombol C adalah untuk mengubah approach apa pun (selection, Editing, dsb) menjadi Pan . Tombol C ini sangat berguna saat melakukan editing. Jadi saat melakukan editing, kita perlu menggeser abstracts view, kita tidak perlu Klik ke ikon Pan, cukup dengan menekan tombol C maka kursos akan berubah menjadi Pan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-3115724658514811404?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/3115724658514811404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/kegunaan-tombol-c-pada-software-arc-gis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/3115724658514811404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/3115724658514811404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/kegunaan-tombol-c-pada-software-arc-gis.html' title='Kegunaan tombol C pada software Arc GIS'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-4640949573256957436</id><published>2010-01-22T17:59:00.006+07:00</published><updated>2010-03-05T20:13:20.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>mengakali dbf yang rusak</title><content type='html'>Pernahkah anda mengalami ketika mengcopy book shp, ternyata book tersebut tidak bisa dibuka..Tidak dapat dibayangkan jika book tersebut merupakan book yang penting sekali, apalagi kerjaan itu sudah dikerjakan dalam waktu yang relatif lama..Sehingga untuk mengulangnya lagi memerlukan waktu di lain pihak anda dikejar deadline..tidak dapat dibayangkan betapa panik dan mungkin juga ada perasaan kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu pada tulisan ini saya akan membahas trik jika dihadapkan pada kondisi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Copy shapefile tersebut ke direktori baru&lt;br /&gt;2. Buka book *.dbf dari shapefile tersebut di MS Excel&lt;br /&gt;3. Hapus baris kosong pada almanac terakhir&lt;br /&gt;4. Klik Book –&amp;gt; Save kemudian klik Yes untuk menggunakan architecture yang sama (dBASE IV). Tutup Excel,&lt;br /&gt;tanpa di Save&lt;br /&gt;5. Shapefile tersebut seharusnya sudah bisa di buka pada ArcView 3.x. Jika masih absurdity coba ulang langkah diatas dengan menyortir abstracts kosong (blank). Hapus abstracts kosong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya belum pernah menggunakan trik ini, saya hanya ingin membagikan ilmu ini kepada anda semua :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-4640949573256957436?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/4640949573256957436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/mengakali-dbf-yang-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4640949573256957436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4640949573256957436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/mengakali-dbf-yang-rusak.html' title='mengakali dbf yang rusak'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-508409237011944154</id><published>2010-01-22T17:50:00.004+07:00</published><updated>2010-01-22T22:58:03.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Pindah project arc gis tanpa kehilangan data</title><content type='html'>Alangkah menyebalkan jika file-file hasil layout hilang dengan mengcopy project tersebut ke komputer lain. Salah satu caranya adalah dengan cara membuat project tersebut relative path.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatur agar project ArcGIS menyimpan alamat rujukan data dalam relative path adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kli pada menu File &amp;gt; Document Properties&lt;br /&gt;2. Pilih Data Source Option&lt;br /&gt;3. Piilh 'Store relative path names to data sources&lt;br /&gt;4. Jika ingin relative path ini sebagai default, pilih juga 'Make relative paths the default for new map documents I create'&lt;br /&gt;5. Klik OK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-508409237011944154?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/508409237011944154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pindah-project-arc-gis-tanpa-kehilangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/508409237011944154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/508409237011944154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/pindah-project-arc-gis-tanpa-kehilangan.html' title='Pindah project arc gis tanpa kehilangan data'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-5778935904869102568</id><published>2010-01-22T17:08:00.003+07:00</published><updated>2010-03-05T20:14:31.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Prinsip penggunaan software GIS</title><content type='html'>Seperti diketahui bahwa banyak sekali software-software GIS yang terdapat di luar sana..Dari software yang batten awal sekalipun, yaitu arc advice pun masih ada yang menggunakan software ini, ditengah-tengah banyaknya software GIS yang beredar di pasaran yang memiliki keunggulan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak hafal satu per satu software-software yang beredar. Software yang pernah saya jumpai antara lain arc view, arc gis, erdas imagine, mapinfo, ermapper, multispec, PCI, autocad, bahkan arc advice sekalipun. Terus terang saya belum bisa menggunakan semua software ini dengan mahir. Saya tidak fokus menggunakan satu software, dengan kata lain saya mencoba semua software yang pernah saya jumpai. Kalau ada yang tidak suka dengan prinsip ini, silahkan saja, setiap orang mempunyai pemikiran masing-masing. Intinya, saya menggunakan software sesuai dengan apa yang akan dikerjakan, artinya tidak fanatik dengan satu software.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-5778935904869102568?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/5778935904869102568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/prinsip-penggunaan-software-gis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5778935904869102568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5778935904869102568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/prinsip-penggunaan-software-gis.html' title='Prinsip penggunaan software GIS'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-5528052349566981793</id><published>2010-01-22T13:20:00.004+07:00</published><updated>2010-03-05T20:19:41.291+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Digitasi Mode Stream di Arc View 3.x</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i49.tinypic.com/nbq6c2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah dengar tentang digitasi on screen? yup, teknologi ini menggantikan teknologi absolutist yang masih memakai meja digitasi untuk membuat peta digital. Namun demikian, digitasi merupakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Tidak dapat dibayangkan jika kita dihadapkan pada peta yang didigit merupakan garis kontur atau sungai pasti sudah merasakan rasa ngilu saat melakukannya yang disebabkan jumlah CLICK yang banyak sekali dilakukan pada waktu yang relatif pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu digitasi fitur-fitur seperti sungai, jalan atau garis kontur, kita bisa menggunakan approach STREAM. Dengan approach ini, kita tidak perlu melakukan CLICK sepanjang fitur. Cukup dengan menggerakan mouse, maka titik-titik di sepanjang fitur akan dibuat secara otomatis. Berikut contoh penggunaan approach STREAM pada perangkat lunak ArcView 3.x&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://hotfile.com/dl/25245568/89ff631/StreamMode.AVX.html"&gt;Download&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;ekstensi MNDNR Stream Mode Digitizing Extensions&lt;br /&gt;2. Masukkan book yang di download ke book ekstensi arc appearance di C:\ESRI\AV_GIS30\ARCVIEW\EXT32 &lt;br /&gt;3. Buka arc view&lt;br /&gt;4. Aktifkan ekstensi MNDNR Stream Mode Digitizing Extensions&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1k-KT5MDAI/AAAAAAAAABY/IBBUPJGjxOM/s1600-h/gambar1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1k-KT5MDAI/AAAAAAAAABY/IBBUPJGjxOM/s320/gambar1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1k_FjJHYWI/AAAAAAAAABg/TIgDAuIebSE/s1600-h/gambar1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;5. Peta siap untuk didigitasi &lt;br /&gt;6. Pada saat sedang melakukan alteration (garis/polygon), Klik pada ekstensi MNDNR Stream Mode &lt;br /&gt;Digitizing Extensions (pada gambar dibawah yang dikotak merah)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1lCAEndqBI/AAAAAAAAABo/c7wLuJDcI5s/s1600-h/gambar1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="68" src="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1lCAEndqBI/AAAAAAAAABo/c7wLuJDcI5s/s320/gambar1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;7. Tentukan Distance Tolerance, yaitu besaran yang akan digunakan untuk jarak vertex. &lt;br /&gt;Semakin kecil Distance Tolerance, semakin kecil juga breach acme yang berarti semakin banyak vertex &lt;br /&gt;dibuat. Distance altruism dapat diisikan langsung (misal 25 m) atau dibuat dengan menggunakan tanda &lt;br /&gt;lingkaran. &lt;br /&gt;8. Mulailah digitasi &lt;br /&gt;9. Untuk menghentikan approach stream, tekan ALT. Begitu kita KLIK kembali maka beck akan kembali jalan &lt;br /&gt;10.Menghentikan digitasi dilakukan dengan Double-Click &lt;br /&gt;Catatan: Bagi pengguna ArcGIS, approach beck dapat diperoleh dengan menekan tombol F8 saat digitasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-5528052349566981793?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/5528052349566981793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/digitasi-mode-stream-di-arc-view-3x.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5528052349566981793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/5528052349566981793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/digitasi-mode-stream-di-arc-view-3x.html' title='Digitasi Mode Stream di Arc View 3.x'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1k-KT5MDAI/AAAAAAAAABY/IBBUPJGjxOM/s72-c/gambar1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-1802200033218434861</id><published>2010-01-22T11:09:00.002+07:00</published><updated>2010-01-22T22:01:07.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS reference'/><title type='text'>Kodefikasi</title><content type='html'>Yang pernah mengerjakan peta atribut kehutanan pasti sering menjumpai simbol yang memusingkan kita karena tidak mengetahui apa sih sebenarnya yang dimaksudkan oleh simbol tersebut. Hari ini saya akan membagikan kepada anda simbol-simbol tersebut.  &lt;span class=fullpost&gt;Mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dan ada yang ingin ditambahkan:&lt;br /&gt;1. Fungsi Kawasan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1001 = HL = Hutan Lindung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1002 = HSAW = Hutan Suaka Alam dan Wisata&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1003 = HP = Hutan Produksi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1004 = HPT = Hutan Produksi Terbatas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1005 = HPK = Hutan Produksi Konversi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1006 = HNB = Hutan Negara Bebas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1007 = APL = Areal Penggunaan Lain&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1009 = HFK = Hutan Fungsi Khusus&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10021 = CA = Cagar Alam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10022 = SM = Suaka Margasatwa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10023 = TB = Taman Buru&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10024 = TN = Taman Nasional&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10025 = TWA = Taman Wisata Alam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10026 = THR = Taman Hutan Rakyat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100201 = HSAD = Hutan Suaka Alam Darat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100202 = HSAL = Hutan Suaka Alam Laut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100251 = TWAL = Taman Wisata Alam Laut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100241 = TNL = Taman Nasional Laut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100221 = SML = Suaka Margasatwa Laut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100211 = CAL = Cagar Alam Laut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5001 = A = Air/Danau/Sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penutupan Lahan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2001 = Hp = Hutan Primer&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2002 = Hs = Hutan Sekunder&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2004 = Hmp = Hutan Mangrove&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2005 = Hrp = Hutan Rawa Primer&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2006 = Ht = Hutan Tanaman&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2007 = B = Belukar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2010 = Pk = Perkebunan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2012 = Pm = Pemukiman&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2014 = T = Lahan Terbuka&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 2500 = Aw = Awan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3000 = S = Savana&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5001 = A = Air&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20041 = Hms = Hutan Mangrove Sekunder&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20051 = Hrs = Hutan Rawa Sekunder&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20071 = Br = Belukar Rawa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20091 = Pt = Pertanian Lahan Kering&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20092 = Pc = Pertanian Lahan Kering Campur Semak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20093 = Sw = Sawah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20094 = Tm = Tambak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20121 = Bdr = Bandara&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20122 = Tr = Transmigrasi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20141 = Tb = Pertambangan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 50011 = Rw = Rawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ini dulu ya, nanti ditambahkan lagi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-1802200033218434861?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/1802200033218434861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/kodefikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/1802200033218434861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/1802200033218434861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/kodefikasi.html' title='Kodefikasi'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-4857731499979990744</id><published>2010-01-21T22:38:00.002+07:00</published><updated>2010-01-22T22:59:13.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Layout Berseri dalam ArcGis (ArcGIS MapBook Extention)</title><content type='html'>Ada satu kelemahan jika kita beralih menggunakan software arc view ke software arc gis, yaitu tidak bisa menggunakan layout secara seri, artinya satu project hanya bisa di lakukan pada satu project saja..Untuk mengatasinya ESRI mengeluarkan salah satu ekstensi yang bernama MapBook Ekstension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay toon, info selanjutnya akan diberikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-4857731499979990744?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/4857731499979990744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/layout-berseri-dalam-arcgis-arcgis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4857731499979990744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4857731499979990744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/layout-berseri-dalam-arcgis-arcgis.html' title='Layout Berseri dalam ArcGis (ArcGIS MapBook Extention)'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-504364261925261260</id><published>2010-01-21T21:02:00.005+07:00</published><updated>2010-01-22T22:03:56.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS reference'/><title type='text'>referensi GIS</title><content type='html'>Memperoleh referensi adalah salah satu kendala besar bagi kita yang berada di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Jalan pintas dengan mendapatkan referensi illegal (bajakan) pun menjadi pilihan. Kami tidak menyarankan anda untuk melakukan cara ini, tetapi jika kepepet dan memang tidak ada uang, apa boleh buat.Situs yang kami rekomendasikan untuk mencari referensi tentang remote sensing dan gis adalah &lt;a class="liexternal external external_icon" href="http://www.gigapedia.org/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.gigapedia.org&lt;/a&gt;. Salah satu hasil search tentang remote sensing dapat dilihat pada &lt;a class="liexternal external external_icon" href="http://gigapedia.info/1/remote%20sensing" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://gigapedia.info/1/remote%20sensing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;caranya adalah:&lt;br /&gt;1. Register&lt;br /&gt;2. Login&lt;br /&gt;3. Lakukan search, jangan lupa pilih gigapedia&lt;br /&gt;4. Pilih referensi yang akan di download&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-504364261925261260?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/504364261925261260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/referensi-gis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/504364261925261260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/504364261925261260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/referensi-gis.html' title='referensi GIS'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-6345236564216739478</id><published>2010-01-21T19:34:00.003+07:00</published><updated>2010-01-22T22:06:57.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tawaran Kerjasama'/><title type='text'>Menyediakan  Peta Tematik Seluruh Indonesia</title><content type='html'>Anda kesulitan mencari peta-peta tematik seluruh Indonesia? Jangan khawatir saya menyediakannya dengan harga yang terjangkau..Peta sudah terjustifikasi ke peta dasar tematik kehutanan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;Peta tersebut antara lain:&lt;br /&gt;1. Peta DAS&lt;br /&gt;2. Peta fungsi kawasan seluruh Indonesia&lt;br /&gt;3. Peta Hidrologi&lt;br /&gt;4. Peta jalan,sungai skala 1:250.000&lt;br /&gt;5. Peta Landsystem&lt;br /&gt;6. Peta kontur&lt;br /&gt;7. Peta kelas kelerengan (Dibuatkan dari peta kontur)&lt;br /&gt;8. Peta Pinjam Pakai Kawasan Hutan Indonesia&lt;br /&gt;9. Peta tambang seluruh Indonesia&lt;br /&gt;10.Masih banyak peta lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kami juga membantu anda dalam pembuatan peta digital GIS untuk berbagai keperluan.&lt;br /&gt;Pelayanan kami antara lain:&lt;br /&gt;1. Digitasi Peta&lt;br /&gt;2. Justifikasi peta tematik ke peta dasar dalam bebagai skala&lt;br /&gt;3. Analisis GIS, seperti misalnya analisis perubahan penutupan lahan, pembuatan peta penyebaran spasial, dan&amp;nbsp; lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya:081808107520&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-6345236564216739478?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/6345236564216739478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/menyediakan-peta-tematik-seluruh.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6345236564216739478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/6345236564216739478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/menyediakan-peta-tematik-seluruh.html' title='Menyediakan  Peta Tematik Seluruh Indonesia'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-4702876242889688365</id><published>2010-01-21T16:10:00.001+07:00</published><updated>2010-01-21T22:22:24.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS reference'/><title type='text'>Modul Arc Gis</title><content type='html'>Sekarang posisi arc gis sudah menggantikan produk esri lainnya yaitu arc view..untuk itu saya akan memberikan tutorial dasar arc gis yang saya download juga dari internet, saya ingin membagikan kepada anda secara gratis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hotfile.com/dl/25127822/a55fe2a/12636312.pdf.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-4702876242889688365?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/4702876242889688365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/modul-arc-gis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4702876242889688365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4702876242889688365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/modul-arc-gis.html' title='Modul Arc Gis'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2890674331778230710.post-4127433726864396968</id><published>2010-01-21T12:41:00.004+07:00</published><updated>2010-01-21T22:23:01.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS trick'/><title type='text'>Membuat poligon di dalam poligon</title><content type='html'>Pada kesempatan ini saya akan menampilkan cara membuat poligon di dalam poligon dengan menggunakan software arc view:&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1f_S_5gmzI/AAAAAAAAABQ/Si_gkJjUksQ/s1600-h/gambar.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1f_S_5gmzI/AAAAAAAAABQ/Si_gkJjUksQ/s320/gambar.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Buka software arc view&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.aktifkan kedua poligon dengan menekan tombol shift&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.pilih &lt;b&gt;edit | substract feutures&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2890674331778230710-4127433726864396968?l=gisdanremotesensing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/feeds/4127433726864396968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/membuat-poligon-di-dalam-poligon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4127433726864396968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2890674331778230710/posts/default/4127433726864396968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gisdanremotesensing.blogspot.com/2010/01/membuat-poligon-di-dalam-poligon.html' title='Membuat poligon di dalam poligon'/><author><name>GIS Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00718948674860622025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1fma3mOtTI/AAAAAAAAAAc/TRn3-AmYfbY/S220/foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XBLGX69zWJI/S1f_S_5gmzI/AAAAAAAAABQ/Si_gkJjUksQ/s72-c/gambar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
